Pengetahuan Tentang Virus

Tips Sederhana Mencegah Virus

17.22 by MemoryFebry

Saat ini ada berbagai macam cara virus masuk ke komputer kamu. Bisa melalui email, web, cd, disket. dan yang paling sering dan umum terjadi adalah penyebaran virus melalui flashdisk. Flashdisk saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok dan paling sering digunakan, terutama untuk keperluan penyimpanan data sementara atau sekedar untuk transfer file dari satu pc ke pc lain.

Tapi bagaimana jadinya, bila ketika kamu mencolokkan sebuah flashdisk ke komputer anda, tiba-tiba sang virus yang kebetulan berdiam di flashdisk tersebut langsung menyerang komputer kamu? kamu pasti kaget dan tentunya merasa sangat kesal. Hanya karena sebuah flashdisk, kamu harus merelakan komputer kamu terserang virus.

Padahal ada sebuah pencegahan kecil dan sederhana yang cukup bermanfaat dan berguna untuk mencegah penyebaran virus melalui flashdisk, sebuah cara pencegahan agar ketika kamu mencolokkan sebuah flashdisk (yang ada virusnya) si virus tersebut tidak secara otomatis berjalan atau menyerang komputer anda.

Yups…. dengan cara menonaktifkan fitur “AutoPlay” di komputer anda, paling tidak, kamu sudah melakukan sebuah langkah sederhana untuk mencegah sebuah virus berjalan (menyerang) secara otomatis, ketika sebuah flashdisk (yang ada virusnya) dicolokan ke komputer anda.

Dengan langkah sederhana ini juga, kamu tidak perlu lagi khawatir ketika mencolokkan sebuah flashdisk ke komputer kamu. Tidak perlu lagi kamu menebak-nebak, apalah flashdisk ini aman dari virus atau tidak, juga tidak perlu lagi merasa takut, komputer bakal terkena virus hanya karena mencolokkan sebuah flashdisk. (dengan asumsi bahwa kamu tidak sembarangan mengklik sebuah file yang terdapat di flashdisk tersebut)

Untuk menonaktifkan fitur “AutoPlay” inilah langkah-langkah :

> Klik Start Menu – RUN

> Ketik : “gpedit.msc” tanpa tanda kutip kemudian tekan ENTER

> Setelah itu anda akan masuk ke jendela Group Policy

> Kemudian di jendela sebelah kiri carilah folder System dengan cara klik Local Computer Policy >> User Configuration >> Administrative Templates >> System setelah kamu berada di folder System kamu cari di windows sebelah kanan opsi Turn Off AutoPlay (akan terlihat bahwa opsi tersebut Not Configured) untuk merubah opsi tersebut, double klik Turn Off AutoPlay, kemudian akan muncul jendela Turn Off AutoPlay Properties, setelah itu kamu beri ceklist pada pilihan Enable, dan pilihan Turn Off AutoPlay on kamu pilih All Drives, lalu tekan OK.

> Untuk meyakinkan fitur tersebut aktif, restart komputer anda.

Kini, media apapun (entah itu cd atau flashdisk) yang dicolokan/ dimasukan ke komputer anda, tidak akan berjalan secara otomatis. Sehingga kamupun, bisa sedikit tenang karena meskipun didalam flashdisk tersebut ada virus, si virus tersebut tidak akan bisa secara langsung atau otomatis menginfeksi komputer kamu....SELAMAT MENCOBA YA......

TENTANG VIRUS

16.07 by MemoryFebry




1.Apa itu virus ?


Virus komputer adalah sebuah program kecil yang bisa menggandakan dirinya sendiri dalam media penyimpanan suatu komputer. Formalnya adalah sebagai berikut :
A program that can infect other programs by modifying them to include a slighty altered copy of itself. A virus can spread throughout a computer sistem or network using the authorization of every user using it to infect their programs. Every programs that gets infected can also act as a virus that infection grows (Fred Cohen).

Virus juga mampu, baik secara langsung ataupun tak langsung, menginfeksi, mengkopi maupun menyebarkan program file yang bisa dieksekusi maupun program yang ada di sektor dalam sebuah media penyimpanan (Hardisk, Disket, CD-R). Virus juga bisa menginfeksi file yang tidak bisa dieksekusi (file data) dengan menggunakan macros (program sederhana yang biasanya digunakan untuk melakukan suatu perintah). Intinya adalah kemampuan untuk menempel dan menulari suatu program. Virus bukanlah sesuatu yang terjadi karena kecelakaan ataupun kelemahan perangkat komputer karena pada hakikatnya, semua virus merupakan hasil rancangan intelegensi manusia setelah melalui beberapa percobaan terlebih dahulu layaknya eksperimen-eksperimen ilmiah di dalam bidang-bidang lainnya. It’s all about alghoritm …..



2. Perbedaan virus, worm, dan trojan horse


Selain virus dalam artian seperti disebut diatas, kita juga mengenal program yang disebut Trojan horse (Kuda Troya). Trojan horse sebenarnya bukanlah sebuah virus dalam artian sesungguhnya, karena program ini tidak memiliki kemampuan untuk menggandakan dirinya ke program lain. Namun demikian, program ini tidak kalah berbahaya jika dibandingkan dengan program virus komputer.

Trojan horse umumnya dikemas dalam bentuk sebuah program yang menarik. Namun dibalik ‘pesona’ software tersebut, tersembunyi fungsi lain untuk melakukan perusakan. Pengguna komputer yang mendapatkan file ini umumnya akan terpancing untuk menjalankannya. Akibatnya tentu fatal, karena dengan demikian si pengguna telah menjalankan rutin-rutin perusak yang dapat mendatangkan malapetaka pada sistem komputernya.

Trojan pertama muncul pada tahun 1986 dalam bentuk program shareware yang dikenal dengan nama PC-Write. Oleh karena itu, user harus memastikan shareware atau freeware-nya bebas dari trojan dengan cara memasang sejenis firewall atau antivirus ke dalam sistem komputer anda.

Sumber malapetaka lain yang mirip dengan virus, namun tidak bisa dikategorikan sebagai virus, adalah worm. Worm adalah program yang dapat menduplikasi diri tanpa menginfeksi program-program lainnya. Worm biasa menyebar melalui pertukaran data antar hardisk, disket, maupun e-mail. Penyebaran melalui e-mail biasanya berupa sebuah attachment yang kecil. Pengguna yang tertarik akan menjalankan program tersebut. Selanjutnya, tanpa basa-basi, si program akan langsung melakukan aksinya. Worm akan menggandakan diri dengan mengirimkan file-nya secara otomatis melalui attachment ke setiap alamat yang ada dalam address book pada mail manager korban.

Umumnya worm tidak bersifat merusak, namun demikian selain mengakibatkan kejengkelan di pihak korban, serangan worm dapat sangat berbahaya bagi mailserver. Berjangkitnya worm menyebabkan beban kerja mailserver melonjak drastis hingga dapat mempengaruhi performanya.

Dan tidak hanya untuk mailserver, bahkan komputer pribadi kita pun bisa dikebiri karenanya. Hal ini terjadi karena worm mampu menduplikasikan dirinya sendiri di dalam memori komputer dalam jumlah yang sangat banyak. Sekarang bayangkan jika worm menduplikasi dirinya secara serentak, ‘bakal lemot deh komputer’.
Worm umumnya berbentuk file executable (berekstensi .EXE datau .SCR), yang terlampir (attach) pada e-mail. Namun demikian, ada beberapa jenis worm yang berbentuk script yang ditulis dalam bahasa Visual Basic (VBScript). Sasaran serangan worm jenis ini terutama adalah perangkat lunak e-mail Microsoft Outlook Express, tapi bukan berarti aplikasi yang lain sudah pasti kebal dengan semua jenis worm.

Sama seperti trojan yang tidak dapat diperbaiki (kecuali oleh pembuatnya sendiri yang tahu source code-nya), untuk mengatasi serangan worm diperlukan antivirus yang dapat menghapusnya langsung dari komputer.





3.Beberapa Virus Yang Menonjol di tahun 2008

Peredaran virus komputer di Indonesia pada tahun 2008 ini tak bisa dilepaskan dari geliat virus lokal. Bahkan, serangannya dinilai sebanding dengan virus luar..



Pakar anti virus dari Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan, sekitar 100 varian virus terdeteksi tiap bulannya. Dengan demikian, bisa dibayangkan berapa besarnya serbuan virus ini dalam kurun waktu setahun.



Nah, tentunya dari rentetan varian virus ini ada beberapa yang menonjol. Beberapa di antaranya dianggap mempunyai dampak besar bagi korbannya. Dilansir detikINET dari Vaksincom, Selasa (9/12/2008), mereka antara lain:



W32Dewi.161081

Virus yang lebih dikenal sebagai 'sang perawan' ini mulai menyebar pada Februari 2008. Virus ini menginfeksi file gambar dengan extensi .jpg, sehingga file asli tidak dapat dibuka. Tetapi tidak seperti kebanyakan virus lainnya, 'sang perawan' ini tidak memblok beberapa fungsi windows. Hanya saja ia menempatkan diri pada folder start up, sehingga setiap kali user menghidupkan PC, virus ini akan selalu menggandakan diri.



Cetix

Virus yang disinyalir berasal dari Bali ini mulai beredar sejak April 2008. Selain menginfeksi file microsoft word (.doc), cetix juga dapat menyerang folder dan virus ini pun dapat mempertahankan dirinya dengan cara melakuan restart komputer jika penggunanya berusaha menjalankan program yang berusaha mematikan virus.



Virus Hampa W32/Agent.EAOI

'Salam hangat buat orang medan' kalimat itulah yang akan muncul ketika komputer kita terjangkit virus hampa atau W32/Agent.EAOI ini. Virus yang suka menampilkan pesan-pesan dalam bahasa Medan tersebut mulai terdengar gaungnya sejak Mei 2008. Virus ini menempatkan diri pada memori komputer dan termasuk jenis virus yang sulit dihilangkan. Pasalnya, virus hampa akan melakukan log off jika kita berusaha menghapusnya. Tak tanggung-tanggung, folder maupun subfolder akan disembunyikan oleh virus ini terutama file dari flashdisk.



W32/Alman (Almanahe)

Virus ini sempat merepotkan banyak pengguna komputer di bulan Juli 2008. Memanfaatkan flashdisk atau disket sebagai media penyebarannya, W32 akan menanamkan file yang akan secara otomatis jalan jika pengguna mulai mengkoneksikan flashdisk atau disket tersebut ke dalam PC. Virus ini pun mempunyai kehebatan yang unik, ia dapat mengupdate dirinya sendiri layaknya program anti virus dan akan mencoba mendownload malware tertentu.